Wednesday, March 17, 2010

surpise dari Bi...

Menatap indahnya senyuman di wajahmu membuatku terdiam dan terpaku....

Lantunan lagu Tercipta Untukku dari Ungu itu berdering merdu dari handphone ku. Itu lagu yang kujadikan special ringtone untuk panggilan dari nomernya. Setengah sadar aku angkat juga telepon itu.

“halo, assalamu’alaikum” suara dari jauh.
“wa’alaikumsalam” jawabku malas-malasan dengan nyawa yang belum terkumpul semua.
Ba’da isya aku udah tidur, rada gak enak badan hari ini. Hehe.... gak biasanya sih nelpon jam segini. Tengah malam. Berulang kali dia memastikan aku sudah sadar atau belum.
‘coba deh liat keluar!”
“hah.... keluar? Udah jam berapa nih?” sampai disini aku baru benar-benar kembali 100%
“ada apa?”
“liat aja dulu”

Dengan gerakan takut-takut aku yang diikuti temenku dari belakang coba ngintip dari jendela depan. Heh... ada apa tuh di depan pagar rumah?
Walopun rada takut, tapi aku beraniin buka pintu rumah dan keluar tentunya setelah memastikan jilbabku terpasang. Ya... walopun gak rapi-rapi amat, hihiihi.... setelah keluar dan memastikan isi kantung plastik itu. Ternyata ada makhluk hidup baru di rumah kami.

“siapa yang ngeletak bunga di depan pagar nih?”
“ya... gak mungkin Bi kan yang ngeletakin. Naik buroq dari Jogja trus balik lagi”
“trus siapa?”
“ada deh”
“kayaknya Ri tau deh siapa yang ngeletakin”
“hehehe.... ya iyalah pasti minta tolongin ama temen-temen di sana”
“ehm.... yayaya” pikiranku tertuju pada 2 makhluk itu *Aji dan Izha* hehehe....
“ya itu surprise nya. Sebenarnya lebih ke bentuk simbolnya sih. Bla.... bla...” panjang lebar dia ngomong. Aku rada gak inget lagi saking senengnya, hihi....
“ini salah satu dari surprisenya”
“lho, emang ada lagi?”
“ada donk...”

Obrolan di telpon gak lama setelah itu putus. Yang penting intinya sudah tersampaikan. I’ll keep the flower as well as I can 

Besok paginya aku buka Fb dan disana kudapati lah serangkaian video ucapan dari sekian banyak teman-temannya. Aku gak kenal mereka tapi mereka ikut memberi selamat dan mendo’akanku. Sampai saat ini aku masih gak tau harus ngomong gimana lagi. Yang jelas seneng banget dapet suprise kayak gini. From you, Bi....

Bi... makasih untuk surprisenya ya... I dunno how to show my feeling right now. You are the one. If it’s allowed I just wanna hold you tight without saying a word. Sekali lagi thanks ya Bi untuk semuanya.

Komen dari temen-temen Q yang tau surprise ini:
*Nila : ehm.... romantis kali ya lan..., (gitu lah am, ngasih bunga biar romantis) dy ngomong ke Amri, cowo nya. Eh, malah si cowo bilang gini (halah.... ribet) hihi.... aku yang mendengar dialog mereka hanya senyum-senyum wae 
*Rini : ah gak percaya aku, lan. (dy gak percaya setelah aku certain bahwa aku dapat surprise gitu) It’s ok, perlu dibawain buktinya nih.
*Dara : hahaha.... (dy ketawa aja dari tadi malam ketika liat surprisenya) lucu baginya karena keliatan tak biasa banget.
*Leni : yang bener? Ciecie.... sok romance banget ya dia. Coba diperiksa lan jangan-jangan itu bukan jiwanya. (dy terkejut sambil geleng-geleng mungkin,hihiii…) karena setau dia menurut cerita dariku Dy gak ekspresif begini.
Dan liat saja komentar-komentar dari temen-temen kontrakan yang lain nanti. Hihiihi..... 

catatan kecil

Aku baru tersadar setelah pertengkaran yang tidak sengaja ini dilalui. Ya.... aku emang sempat gak enakan dengannya hanya karena masalah yang bagiku sepele dan sama sekali gak perlu dibahas. Tapi lain halnya dengan dia. Katanya aku tak perhatian, terlalu penurut, baik dan ngebosenin. Hmpfh... beneran aku gak tau harus ngomong apa waktu itu. Bagiku ini dadakan banget, aku gak pernah bayangin akan kejadian seperti ini. Aku emang bukan tipikal perempuan yang penuh dengan perhatian. Katanya jaim, aku pikir tidak tapi lebih tepatnya tidak ekspresif.

Tapi dari masalah ini aku menyadari bahwa hubungan yang dijalani ini tak cukup hanya bermodalkan cinta dan keyakinan. Harus diikuti pula dengan usaha menjaganya, berkomunikasi dengan baik, Tanya kabar hatinya dari hari ke hari. Ikutilah selalu perkembangannya dengan segala macam baik buruknya. Walaupun mungkin dia tak pernah jelas terlihat oleh mata telanjangmu, tapi yakinkan dia selalu ada mengikuti setiap episode kehidupan yang kau lalui dari detik ke detik. Walaupun kata orang cinta seperti yang kita jalani ini terlihat konyol. Tapi aku yakin kau adalah yang terindah dan kita akan bersama kelak dalam bingkai cinta yang lebih indah tentunya .

Saat kita berjumpa nanti kita sudah siap dengan segala apapun masalah yang lebih berat yang harus kita hadapi. Aku tak suka dengan kata-kata capek atau bosan. Karena semua yang terjadi ini adalah pilihan kita, jadi apapun yang terjadi di tengah-tengahnya tak boleh ada keluhan. Kita akan menyelesaikannya bersama. Tak akan pernah ada yang merasa ditinggalkan atau terabaikan. Tak perlu ada kata cinta yang jelas terucap dari lisan kita masing-masing, karena cinta terasa terlalu dangkal jika hanya dinyatakan dengan kata-kata. Bahkan katamu jika itupun diungkapkan sekarang tak ada pengaruh dan gunanya juga, tapi jika sudah saatnya kita bagi semua yang ada maka kau pun siap melakukan apapun yang ku minta. Ah, aku membayangkan betapa indahnya semua itu.

Mulai saat ini aku akan selalu berusaha tak hanya jadi pasangan tapi juga sebagai sahabat yang selalu ada untuk mendengarkan segala keluh kesahmu. Sebab aku berharap kita akan menua bersama. Tak ada yang berubah hingga kita tak mampu lagi menikmati dunia. Mungkin semua yang kunyatakan ini hanya terasa seperti harapan-harapan yang terlalu tinggi. Tapi bagiku tidak, sebab kenyataan ada karena harapan. Tugas kita adalah untuk menjadikan ini tak berakhir hanya sebatas mimpi. Aku tak pernah memintamu untuk berjanji apapun. Aku tak ingin kau merasa terikat dan terkekang yang lantas menjadikanmu tak nyaman dengan semua yang kita jalani. Cukuplah kita bertanggungjawab dengan apa yang telah kita sepakati bersama-sama. Semua akan baik-baik saja selagi kita selalu menjaga rasa yang saat ini tengah kita tumbuhkan bersama. Allah akan bersama prasangkaan hambaNya. Selagi kita meyakini apa yang kita rasakan, maka begitulah nyatanya yang akan kita dapatkan.

Dari hari ke hari aku bisa merasakan perasaan ini kian menguat dan mengakar di hatiku. Menumbuhkan kepercayaan diantara kita yang kutahu itu tak mudah kita jalani. Curiga dan cemburu kerap selalu mengikuti jalan yang kita lalui ini. Ini tak mudah aku akui. Tak mudah bukan berarti tak bisa kita hadapi, kan? Yang penting kita tak berhenti berusaha dan berdo’a. Aku yakin semua ini akan berakhir indah pada waktunya.

Semoga jarak yang memisahkan raga ini semakin mendewasakan kita. Membuat kita semakin menghargai pertemuan dan perbedaan yang ada di antara kita. Perbedaan yang ada akan semakin melengkapi masing-masing dari kita. Jarak yang terbentang akan kita jembatani dengan perhatian-perhatian kecil yang diberikan, kepercayaan yang ada dan rasa yang semakin jelas terasa.

Biarlah secara lisan kau tak mendengar, tapi izinkan kali ini aku berbicara tentang rasa ini. Aku Mencintaimu. Atau dengan bahasa Turki yang biasa kita gunakan. Seny Seviyorum. Atau yang biasa orang buat. I love You. Walaupun kau tak mendengarnya, tapi aku tahu kau juga merasakannya. Kali ini aku ungkapkan perasaan ini. Aku tak akan mungkin bisa jika harus mengatakan ini secara lisan di hadapanmu. Belum saatnya kau tahu semua ini jelas terucap dari lisanku. Aku telah menyimpan ini sekian lama hanya untuk menunggu semua ini kuungkapkan pada waktunya.

Sunday, January 10, 2010

jarak

“Hal terberat di dunia ini adalah berada jauh dari orang yang kita cintai”
Kemarin aku baru aja nonton film nya Raditya Dika yang diangkat dari bukunya dia sendiri dengan judul yang sama yaitu “Kambing Jantan”. Ceritanya menceritakan kisah hidup si Dika, mulai dari kisah hidupnya yang sambil kuliah di Ostrali, keluarga nya yang gokil abis, pertemanannya dengan Hariyanto sampe yang ngasih aku dapat cukup pelajaran yaitu kisah cintanya ama si cewe yang dipanggil Kebo. Satu hal yang aku bisa ambil dari perjalanan kisah ini bahwa jarak berarti segalanya bagi sebagian besar orang. Tak jarang memang jarak menjadi perdebatan alot bagi mereka yang menjalin hubungan. Apa pun bentuk hubungannya. Pernah suatu ketika si Dika nekat langsung pulang ke Jakarta dari Ostrali hanya karena si kebo ngambek di telepon dan dy tau HTS an nya Dika ama si Ine. Busyet........... segitunya. Ya tapi itulah cinta, terasa manis kalo membayangkan seberapa besar pengorbanan yang telah dy lakukan (wkwkwkwk :-D). Setelah menjelaskan panjang lebar dika pun dapat maaf dari kebo dan mereka berjalan seperti dulu lagi. Tak berselang lama di telepon Kebo ngomong minta kado ultahnya Dika pulang, tapi Dika nolak dan ngomong gak segampang itu. Kebo marah dan gak terima. Mereka saling mengatakan bahwa pasangan nya telah berbeda dan gak ada di sisi mereka. Akhirnya malam itu mereka memutuskan untuk berpisah. Akh............ hubungan sekian lama itu harus berakhir hanya karena masalah-masalah sepele yang disebabkan oleh jarak. Jarak? Segitu pentingkah? hubungan yang dijalani memang tak selalu berjalan sesuai harapan, warna nya tak selalu merah jambu. Kadang putih, biru, ungu atau mungkin merah menyala. Hubungan yang berjarak dekat saja belum tentu bisa berjalan mulus, padahal kita bisa berbicara dengannya langsung dengan menatap wajahnya, melihat ekspresinya, membaca bahasa tubuhnya, yang terpenting dia terlihat. Taoi bagaimana dengan hubungan mereka yang terpisah jauh, tak hanya beda kota tapi juga beda pulau, beda Negara atau bahkan beda waktu. Ah........ entahlah, bagaimana harus menjembatani ini semua. Tapi bagiku tak mengapa kilometre memisahkan kita asal hati kita tidak berjarak. Ehm............. so sweet ^_^. Sebagai pelaku LDL aku cukup paham masalah ini, jarak memang jadi bahasan penting dalam hubungan. Bagiku tergantung bagaimana bijaknya kita saja mengatasi jarak ini. Komunikasi kunci utamanya, klise memang, tapi itulah jawabannya, tak ada yang lain. Aku jadi semakin menguatkan hati agar tak berakhir seperti mereka. Aku sudah lama bersahabat dengan jarak, jadi tak begitu menyiksa ku walaupun tak ku pungkiri rasa rindu kerap menertawakan jalan ini.